Kamis, 14 Januari 2016

kelompok 1 (KONSEP DASAR RUANG LINGKUP TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI)



A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung dengan pesat perkembangan itu bukan hanya dala hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang di tunjang dengan teknologi elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pengaruh perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini memberikan dampak positif dan dampak negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan keseluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak negatifnya yaitu terjadinya perubahan nilai, norma, aturan, atau moral kehidupan yang bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut di masyarakat. Mensikapi keadaan ini, maka peran pendidikian sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam perkembangannya.
Sistem pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan yang tujuannya untuk mewujudkan sistem pendidikan menjadi lebih berkualitas, dengan kurikulum yang lebih baik untuk menghsilkan lulusan yang lebih baik pula. Sistem pendidikan nasional berfugsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.




2.      Rumusan Masalah
a.       Apa pengertian teknologi informasi ?
b.      Apa saja konsep dasar teknologi informasi ?
c.       Apa saja konsep dasar sistem informasi ?
d.      Apa saja konsep dasar komunikasi ?

3.      Tujuan
a.       Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi.
b.      Untuk mengetahui konsep dasar teknologi informasi.
c.       Untuk mengetahui konsep dasar sistem informasi.
d.      Untuk mengetahui konsep dasar komunikasi.













B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi informasi atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah information technology adalah istilah umum untuk teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan atau menyebarkan informasi. Contoh dari teknologi informasi bukan hanya komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga eletronik. Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam harvard business review,  dimana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa  “teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan kita akan menyebutnya teknologi informasi”.[1]
Secara umum, Lucas (2000) menguraikan definisi teknologi informasi, yang dijelaskan sebagai berikut:
“Teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis, micro komputer, komputer mainframe, pembaca barcode, perangkat lunak memproses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (worksheet) dan peralatan komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi.[2]
2.      Konsep Dasar Teknologi Informasi
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yag digunakan untuk mengambil keputusan.
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-idem. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Didalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata (fact) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda, dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
a.       Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melaliu suatu model untuk dihasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf-huruf atau alphabet, angka-angka, bentuk-bentuk suara, sinyal-sinyal, gambar-gambar dan sebagainya. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau ada yang menyebutkan dengan istilah siklus pengolahan data (data processing cycles).
b.      Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi tertanggung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
Akurat, berarti informasi harus bebas kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesat. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerimaan informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.
Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada peerimaan tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi.
Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
c.       Nilai Informasi
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektip dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang sesuatu keadaan. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di dalam perusahaan.
3.      Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses, tipe transaksi tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik.
a.       Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi dapat terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model blok), blok keluaran (output model), dan blok teknologi (technology block), blok dasar data (database block) dan blok kendali (control block). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling beriteraksi satu dengan yag lainnya membentuk sapu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
1)      Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input di sini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2)      Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi input dan data yang tersimpan di dasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3)      Blok Keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4)      Blok Teknologi
Teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dari pekerjaan sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan nmodel, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri dari 2 bagian utama, yaitu perangkat lunak (software) dan (hardware) perangkat keras.
5)      Blok Basis Data
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan didalam dasar data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan   menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).
6)      Blok Kendali
Untuk supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian didalamnya. Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti misalnya bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan, ketidakefisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan ditetapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.[3]
b.      Fungsi Informasi
Dalam organisasi sekolah atau pada lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya, informasi yang bermanfaat adalah yang banyak mendukung tugas-tugas lembaga tersebut, yaitu yang kira-kira semua jenis informasi yang mempunyai aspek edukatif, riset, dan rekreatif. Informasi, misalnya informasi yang tsi yang berkaitan dengan produktivitas organisasi misalnya informasi yang tepat untuk  suatu pengambilan keputusan para manajer, informasi dengan aspek peningkatan pemasaran produk-prodduknya, dan juga informasi tentag peramalan harga pasar.
Dalam  lingkungan keluarga, informasi dan sumber-sumber, informasi sangat berguna keberadaannya. Buku, majalah, surat kabar, radio, televisi, komputer, bahkan internet, semuanya bermanfaat bagi pengembangan wawasan anggota keluarga. Terlebih lagi keluarga-keluarga yang mempunyai kedudukan sosial relatif tinggi dimasyarakat.[4]
4.      Pembelajaran Berbantuan komputer
Computer Assisted Instructional/CAI adalah salah satu media pembelajaran yang sangat menarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran interaktif dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya program Computer- Assisten Learning ( CAL ) , konfersasi komputer, surat elektronik atau electronic mail ( e-mail ), dan komputer multimedia kemudian disebut multimedia pembelajaran interaktif.
Kelebihan komputer adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animalis grafik ( graphic animation ). Hai ini menyebabkan komputer mampu menyampaikan materi pelajaran dengan tingkat realisme yang tinng.
Keuntungan lain dari penggunaan komputer dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan presasi hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil ( cost effectiveness).
Sedangkan kelemahan program berbasis komputer ( CAI ), yaitu sebagai berikut : a) hanya akan berfungsi untuk hal-hal sebagaimana yang telah diprogramkan; b) memerlukan peralatan ( komputer ) multimedia; c) perlu persyaratan minimal prosesor, memori kartu grafis dan monitor; d) perlu kemampuan pengoperasian, untuk perlu ditambahkan petunjuk pemanfaatan ( learning guides); e) pengebangannya memerlukan adanya tim yang profesional; f) pengembangannya memerlukanwaktu yang cukup lama; dan g) tidak punya sentuhan mahasiswi.
Bentuk format sajian program media pembelajarn berbasis komputer ( CAI ), sebagai berikut:
a.       Tutorial
Program ini merupakan program yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorian, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disjikan dengan teks, gambar baik diam atau bergerak, dan grfik.
b.      Praktik dan latihan ( drill and practice )
Format ini dimaksudkan untuk melatih peserta didik sehingga memiliki kemahiran dalam suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan suatu konsep. Program menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi yang berbeda.
c.       Simulasi ( Simulation )
Pada dasarnya format ini mencoba memberikan pegalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu risiko, seperti pesawat akan jatuh atau menabrak, perusahaan akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir dan sebagainya.
d.      Percobaan atau eksperimen
Program ini menyediakan serangkaian peralatan dan bahan kemudian peserta didik bisa melakukan percobaan atau eksperimen sesuaipetunjuk dan kemudian mengembangkan eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut.
e.       Permainan ( game )
Tentu saja bentuk permainan yang disajikan disini tetap mengacu pada proses pembelajaran, dengan program multimedia berfotmat ini diharpkan terjadi aktivitas belajar sambil bermain.
5.      Pembelajaran Berbasis Internet
Internet adalah gabungan dari jaringan-jaringan komputer ( LAN ) dieluruh dunia yang saling terhubung. Sedangkan disisi lain internet juga merupakan sumber informasi global yang memanfaatkan kumpulan jaringan-jaringa komputer tersebut sebagai medianya. Dengan demikian, internet adalah jaringan global yang menghubungkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta jaringan komputer ( local/wide areal network ) dan komputer pribadi ( stand alone ).
Fasilitas atau layanan-layanan internet yang populer digunakan adalah sebagai berikut, beserta kegunaan dari masing-masing fasilitas tersebut adalah sebagai berikut :
a.       E-mail
E-mail atau surat elektronik memungkinkan seseorang mengirim dan menerima surat memalui Internet. E-mail merupakan fasilitas yang memungkinkan dua orang atau lebih elakukan komunikasi yang bersifat singkron atau tidak bersifat real time.
b.      Mailing list ( milis )
Mailing List merupakan perluasan penggunaan e-mail, dengan fasilitas ini peserta didik yang telah memiliki e-mail bisa bergabung dalam suatu kelompok diskusi.
c.       File Tnsfer Protocol ( FTP ).
FTP adalah fasilitas internet yang memberikan kemudahan kepada pengguna untuk dapat mengirim dan mengambil suatu yang terhubung ke internet.
d.      News Group
News Group adalah fasilitas untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara serempak dalam pengertian waktu yang sama dan dengan demikian berarti komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi yang singkron.
e.       World Wide Web
WWW merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia, dan dokumentasi tersebut dikembangkan dalam format hypertext dan hypermedia, dengan menggunakan HTML yaag memungkinkan terjadi koneksi.[5]
6.      Konsep Dasar Komunikasi
Komunikasi berasal dari kata latin “comminicare” atau comunnis,yang berarti sama atau menjadikan milik bersama bila. Bila suatu sistem mempengaruhi yang lain dengan mengolah pemakaian isyarat-isyarat pilihan yang dapat di teruskan melalui saluran yang menghubungkan ke dua belah pihak.Komunikasi sebagai suatu seni untuk menyampaikan informasi,ide-ide dan sikap-sikap dari seorang kepada orang lain.Dalam komunikasi terdapat empat unsur di dalamnya yaitu :
a. Sumber informasi(cumunicator)
b. Pesan
c. Penerima pesan
d. Alat atau media pengirim pesan
Sumber adalah pengirim pesan yang di sebut comunicator pesan yang disampaikan oleh sumber dapat berupa informasi, sikap, ide, opini atau pendapat.[6]
Kincaid dan Schramm menekankan pada penggunaan informasi secara bersama atau penggunaan bersama. Ke dua pakar itu menulis bahwa komunikasi adalah proses saling membagi atau menggunakan informasi secara bersama dan bertalian antara para peserta dalam proses informasi. Selain itu Djajusman (1985) menekankan pada interaksi sosaial, dengan merumuskan : “komunikasi adalah interaksi sosial melalui pesan”
Kedua definisi diatas memberikan tekanan  pada pesan atau informasi, sebagai inti komunikasi, sebab yang digunakan bersama dalam komunikasi adalah informasi.
Dalam hal ini komunikasi dapat dibedakan  dalam banyak jenis antara lain :
1.      Komunikasi Politik (kampanye, propaganda),
2.      Komunikasi Perdagangan (reklame, promosi),
3.      Komunikasi Kesehatan (penyuluhan keluarga berencana),
4.      Komunikasi Agama (dakwah, khotbah),
5.      Komunikasi Kesenian (drama, puisi),
6.      Komunikasi Pertanian (penyuluhan panca usaha tani).[7]

7.      Definisi komunikasi
a.       Dimensi pertama merupakan level observasi atau abstractness. Beberapa definisi bisa luas dan menyeluruh maknanya, sementara definisi yang lain terbatas dan sempit. Contohnya, komunikasi merupakan proses hubugan berbagai bagian  kehidupan didunia. Kominikasi merupakan proses interaksi antarmanusia dengan menggunakan lambang. Itu contoh yang luas. Sedangkan contoh yang terbatas adalah komunikasi sebagai alat pengirim pesan-pesan cinta melalui telepon, surat, e-mail, chatting, dan sebagainya.
b.      Pembedaaan  kedua dilihat dari segi intesionalitas. Beberapa definisi hanya mencakup pengiriman dan menerima pesan-pesan secara intensif, sedangkan yang lain tidak memperhatikan hal-hal seperti ini. Contoh yang pertama, komunikasi sebagai pengiriman pesan kepada orang lain dengan maksud untuk memengaruhinya. Sedangkan contoh untuk yang terakhir tidak dimaksudkan untuk memengaruhinya. Sebuah karikatur yang disajikan disurat kabar, mungkin sengaja ditujukan kepada segenap pembacanya dengan maksud untuk sekedar memberitahukan, memengaruhi menyindir, atau tidak untuk apa-apa.
c.       Dimensi ketiga adalah normative judgment (penaksiran normatif). Beberepa definisi melingkupi pernyataan kesuksesan atau keakuratan, sedangkan yang lain tidak. Contohnya, komunikasi adalah proses pertukaran ide atau pemikiran.[8]
8.      Hakikat Komunikasi
a.       Usaha
Kata usaha berarti suatu hal yang dilakukan secara sadar dan memiliki tujuan. Seorang melakukan komunikasi dengan suatu motif, atau setidaknya sadar bahwa ia melakukan suatu penyampaian pesan kepada orang lain meskipun derajat kesenjangan kadang sulit ditentukan.
b.      Penyampaian Pesan
Komunikasi memang berkaitan dengan perilaku manusia dan hubungan antar sesama manusia. Akan tetapi, tidak semua perilakudan hubungan manusi aitu disebut tindakan atau hubungan komunkasi. Salah satu yang mencirikan bahwa tindakan manusia disebut komunikasi, selain hal yang dibahas di atas, adalah adanya  tindakan, kegiatan, atau proses penyampaian pesan.
c.       Antarmanusia
Pengalihan kegagalan keinginann atau ketidak beranian menyampaikan dalam bentuk komunikasi pada pihak yang di tuju (manusia) sering dialihkan dalam bentuk komunikasi terhadap benda dan alam karena itu dianggap mewakili pihak yang dituju (dikirimi pesan), dan ini adalah masalah psikologis karea bicara tentang manusia berarti berbicara tentang makhluk yang berperasaan. Makhluk yang ketika tak bisa mengungkapkan keinginannya kepada orang lain, lebih banyak pada diri sendri (memendamnya) atau bicara pada benda-benda.[9]









C.    PENUTUP
1.      Kesimpulan
Teknologi informasi atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah information technology adalah istilah umum untuk teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan atau menyebarkan informasi.
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih bagi penermanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yag digunakan untuk mengambil keputusan.Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-idem. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem didalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses, tipe transaksi tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik.
Komunikasi berasal dari kata latin “comminicare” atau comunnis,yang berarti sama atau menjadikan milik bersama bila.Bila suatu sistem mempengaruhi yang lain dengan mengolah pemakaian isyarat-isyarat pilihan yang dapat di teruskan melalui saluran yang menghubungkan ke dua belah pihak.
2.      Saran
Adapun saran kami dengan dibuatnya makalah ini agar pembaca dapat mengetahui bahwa ICT sangatlah penting bagi kehidupan. Jika di lihat dari kegunaannya yang begitu banyak, maka seharusnya kita sebagai masyarakat merasa bangga akan kemajuan teknologi yang semakin pesat ini.


[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi, diakses 13 September 2015, pukul 18.55 WITA.
[2]Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Cet.II, (Bandung: Alvabeta, 2008), h. 9
[3]Jogiyanto,Pengenalan Komputer, Ed.V, (Yogyakarta: ANDI, 1999), h.692-699.
[4]Pawit M. Yusud, Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan, editor, Rini Rachmatika, Ed. 1, Cet. 1, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 7
[5]Bambang Warista, Teknlogi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 137-146
[6]Http//yudixputra.blogspot.co.id/2013/2
[7]Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi, Ed. 1, Cet. 1, (Jakarta: Rajawali, 1988), h. 27-31
[8] Pawit M. Yusud, Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepuetakaan, editor, Rini Rachmatika, Ed. 1, Cet. 1, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 16

[9]Nurani Suyomukti, Pengantar Ilmu Komunikasi, Cet. 1, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), h. 66-72