A.
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Ilmu
pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung
dengan pesat perkembangan itu bukan hanya dala hitungan tahun, bulan, atau
hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi
informasi dan komunikasi yang di tunjang dengan teknologi elektronika.
Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Pengaruh perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini
memberikan dampak positif dan dampak negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi berdampak semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan
dari dan keseluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak negatifnya
yaitu terjadinya perubahan nilai, norma, aturan, atau moral kehidupan yang
bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut di
masyarakat. Mensikapi keadaan ini, maka peran pendidikian sangat penting untuk mengembangkan
dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati
atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun
sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam perkembangannya.
Sistem
pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan yang tujuannya untuk
mewujudkan sistem pendidikan menjadi lebih berkualitas, dengan kurikulum yang
lebih baik untuk menghsilkan lulusan yang lebih baik pula. Sistem pendidikan
nasional berfugsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
2.
Rumusan
Masalah
a. Apa
pengertian teknologi informasi ?
b. Apa
saja konsep dasar teknologi informasi ?
c. Apa
saja konsep dasar sistem informasi ?
d. Apa
saja konsep dasar komunikasi ?
3.
Tujuan
a. Untuk
mengetahui pengertian teknologi informasi.
b. Untuk
mengetahui konsep dasar teknologi informasi.
c. Untuk
mengetahui konsep dasar sistem informasi.
d. Untuk
mengetahui konsep dasar komunikasi.
B.
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Teknologi Informasi
Teknologi
informasi atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah information technology adalah istilah umum untuk teknologi apapun
yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan atau
menyebarkan informasi. Contoh dari teknologi informasi bukan hanya komputer
pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga eletronik. Istilah
dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang
diterbitkan dalam harvard business
review, dimana penulis Leavitt dan
Whisler berkomentar bahwa “teknologi
baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan kita akan menyebutnya teknologi
informasi”.[1]
Secara umum, Lucas (2000) menguraikan
definisi teknologi informasi, yang dijelaskan sebagai berikut:
“Teknologi informasi adalah segala
bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi
dalam bentuk elektronis, micro komputer, komputer mainframe, pembaca barcode,
perangkat lunak memproses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (worksheet) dan peralatan komunikasi dan
jaringan merupakan contoh teknologi informasi.[2]
2. Konsep
Dasar Teknologi Informasi
Informasi
dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yag digunakan untuk mengambil keputusan.
Sumber
dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal
atau data-idem. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Didalam
dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu
nilai yang disebut dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi
perubahan nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan
nyata (fact) adalah berupa suatu
obyek nyata seperti tempat, benda, dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
a. Siklus
Informasi
Data
merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak, sehingga
perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melaliu suatu model untuk dihasilkan
informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf-huruf atau
alphabet, angka-angka, bentuk-bentuk suara, sinyal-sinyal, gambar-gambar dan
sebagainya. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima
kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan
tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain akan membuat
sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses
kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini
oleh John Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau ada yang menyebutkan dengan istilah siklus
pengolahan data (data processing cycles).
b. Kualitas
Informasi
Kualitas
dari suatu informasi tertanggung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat,
tepat pada waktunya dan relevan.
Akurat,
berarti informasi harus bebas kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesat.
Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi
harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerimaan informasi
kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak
informasi tersebut.
Tepat
pada waktunya, berarti informasi yang datang pada
peerimaan tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan
mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan
keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal
untuk organisasi.
Relevan,
berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk
pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya
berbeda.
c. Nilai
Informasi
Suatu
informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektip dibandingkan dengan
biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi hal
ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang sesuatu keadaan.
Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu
sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak
memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu
masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian besar
informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di dalam perusahaan.
3. Konsep
Dasar Sistem Informasi
Sistem
informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem didalam suatu organisasi
yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media,
prosedur-prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting, memproses, tipe transaksi tertentu, memberi sinyal kepada
manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal
yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan
yang cerdik.
a. Komponen
Sistem Informasi
Sistem
informasi dapat terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok
bangunan (building block), yaitu blok
masukan (input block), blok model (model blok), blok keluaran (output model), dan blok teknologi (technology block), blok dasar data (database block) dan blok kendali (control block). Sebagai suatu sistem,
keenam blok tersebut masing-masing saling beriteraksi satu dengan yag lainnya
membentuk sapu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
1) Blok
Masukan
Input
mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input di sini termasuk
metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat
berupa dokumen-dokumen dasar.
2) Blok
Model
Blok
ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi input dan data yang tersimpan di dasar data dengan cara yang sudah
tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3) Blok
Keluaran
Produk
dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua
pemakai sistem.
4) Blok
Teknologi
Teknologi
merupakan “kotak alat” (tool-box)
dari pekerjaan sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input,
menjalankan nmodel, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran dan membantu pengendalian dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri
dari 2 bagian utama, yaitu perangkat lunak (software)
dan (hardware) perangkat keras.
5) Blok
Basis Data
Basis
data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan didalam dasar data untuk keperluan
penyediaan informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu
diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.
Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas
penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang
disebut dengan DBMS (Database Management
Systems).
6) Blok
Kendali
Untuk
supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka
perlu diterapkan pengendalian-pengendalian didalamnya. Banyak hal yang dapat
merusak sistem informasi, seperti misalnya bencana alam, api, temperatur, air,
debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri,
kesalahan-kesalahan, ketidakefisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan ditetapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang
dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi
kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.[3]
b. Fungsi
Informasi
Dalam
organisasi sekolah atau pada lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya, informasi
yang bermanfaat adalah yang banyak mendukung tugas-tugas lembaga tersebut,
yaitu yang kira-kira semua jenis informasi yang mempunyai aspek edukatif,
riset, dan rekreatif. Informasi, misalnya informasi yang tsi yang berkaitan
dengan produktivitas organisasi misalnya informasi yang tepat untuk suatu pengambilan keputusan para manajer,
informasi dengan aspek peningkatan pemasaran produk-prodduknya, dan juga
informasi tentag peramalan harga pasar.
Dalam
lingkungan keluarga, informasi dan
sumber-sumber, informasi sangat berguna keberadaannya. Buku, majalah, surat
kabar, radio, televisi, komputer, bahkan internet, semuanya bermanfaat bagi
pengembangan wawasan anggota keluarga. Terlebih lagi keluarga-keluarga yang
mempunyai kedudukan sosial relatif tinggi dimasyarakat.[4]
4. Pembelajaran
Berbantuan komputer
Computer
Assisted Instructional/CAI adalah salah satu media pembelajaran yang sangat
menarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penggunaan
komputer sebagai media pembelajaran interaktif dapat diwujudkan dalam berbagai
bentuk, diantaranya program Computer-
Assisten Learning ( CAL ) , konfersasi komputer, surat elektronik atau
electronic mail ( e-mail ), dan komputer multimedia kemudian disebut multimedia
pembelajaran interaktif.
Kelebihan
komputer adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan
animalis grafik ( graphic animation ). Hai ini menyebabkan komputer mampu
menyampaikan materi pelajaran dengan tingkat realisme yang tinng.
Keuntungan
lain dari penggunaan komputer dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan
presasi hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil (
cost effectiveness).
Sedangkan
kelemahan program berbasis komputer ( CAI ), yaitu sebagai berikut : a) hanya
akan berfungsi untuk hal-hal sebagaimana yang telah diprogramkan; b) memerlukan
peralatan ( komputer ) multimedia; c) perlu persyaratan minimal prosesor,
memori kartu grafis dan monitor; d) perlu kemampuan pengoperasian, untuk perlu
ditambahkan petunjuk pemanfaatan ( learning guides); e) pengebangannya
memerlukan adanya tim yang profesional; f) pengembangannya memerlukanwaktu yang
cukup lama; dan g) tidak punya sentuhan mahasiswi.
Bentuk
format sajian program media pembelajarn berbasis komputer ( CAI ), sebagai
berikut:
a. Tutorial
Program ini merupakan program yang
dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorian, sebagaimana layaknya
tutorial yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu
konsep disjikan dengan teks, gambar baik diam atau bergerak, dan grfik.
b. Praktik
dan latihan ( drill and practice )
Format
ini dimaksudkan untuk melatih peserta didik sehingga memiliki kemahiran dalam
suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan suatu konsep. Program menyediakan
serangkaian soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak,
sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil selalu
berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi yang berbeda.
c. Simulasi
( Simulation )
Pada
dasarnya format ini mencoba memberikan pegalaman masalah dunia nyata yang
biasanya berhubungan dengan suatu risiko, seperti pesawat akan jatuh atau menabrak,
perusahaan akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir dan sebagainya.
d. Percobaan
atau eksperimen
Program
ini menyediakan serangkaian peralatan dan bahan kemudian peserta didik bisa
melakukan percobaan atau eksperimen sesuaipetunjuk dan kemudian mengembangkan
eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut.
e. Permainan
( game )
Tentu
saja bentuk permainan yang disajikan disini tetap mengacu pada proses
pembelajaran, dengan program multimedia berfotmat ini diharpkan terjadi
aktivitas belajar sambil bermain.
5. Pembelajaran
Berbasis Internet
Internet
adalah gabungan dari jaringan-jaringan komputer ( LAN ) dieluruh dunia yang saling
terhubung. Sedangkan disisi lain internet juga merupakan sumber informasi
global yang memanfaatkan kumpulan jaringan-jaringa komputer tersebut sebagai
medianya. Dengan demikian, internet adalah jaringan global yang menghubungkan
beribu-ribu bahkan berjuta-juta jaringan komputer ( local/wide areal network ) dan komputer pribadi ( stand alone ).
Fasilitas atau
layanan-layanan internet yang populer digunakan adalah sebagai berikut, beserta
kegunaan dari masing-masing fasilitas tersebut adalah sebagai berikut :
a. E-mail
E-mail atau surat
elektronik memungkinkan seseorang mengirim dan menerima surat memalui Internet.
E-mail merupakan fasilitas yang memungkinkan dua orang atau lebih elakukan
komunikasi yang bersifat singkron atau tidak bersifat real time.
b. Mailing
list ( milis )
Mailing List merupakan
perluasan penggunaan e-mail, dengan fasilitas ini peserta didik yang telah
memiliki e-mail bisa bergabung dalam suatu kelompok diskusi.
c. File
Tnsfer Protocol ( FTP ).
FTP adalah fasilitas internet
yang memberikan kemudahan kepada pengguna untuk dapat mengirim dan mengambil
suatu yang terhubung ke internet.
d. News
Group
News Group adalah
fasilitas untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara
serempak dalam pengertian waktu yang sama dan dengan demikian berarti
komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi yang singkron.
e. World
Wide Web
WWW merupakan kumpulan
koleksi besar tentang berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai
server di seluruh dunia, dan dokumentasi tersebut dikembangkan dalam format
hypertext dan hypermedia, dengan menggunakan HTML yaag memungkinkan terjadi
koneksi.[5]
6. Konsep
Dasar Komunikasi
Komunikasi
berasal dari kata latin “comminicare” atau comunnis,yang berarti sama atau
menjadikan milik bersama bila. Bila suatu sistem mempengaruhi yang lain dengan
mengolah pemakaian isyarat-isyarat pilihan yang dapat di teruskan melalui
saluran yang menghubungkan ke dua belah pihak.Komunikasi sebagai suatu seni
untuk menyampaikan informasi,ide-ide dan sikap-sikap dari seorang kepada orang
lain.Dalam komunikasi terdapat empat unsur di dalamnya yaitu :
a. Sumber
informasi(cumunicator)
b. Pesan
c. Penerima pesan
d. Alat atau media
pengirim pesan
Sumber
adalah pengirim pesan yang di sebut comunicator pesan yang disampaikan oleh
sumber dapat berupa informasi, sikap, ide, opini atau pendapat.[6]
Kincaid
dan Schramm menekankan pada penggunaan informasi secara bersama atau penggunaan
bersama. Ke dua pakar itu menulis bahwa komunikasi adalah proses saling membagi
atau menggunakan informasi secara bersama dan bertalian antara para peserta
dalam proses informasi. Selain itu Djajusman (1985) menekankan pada interaksi
sosaial, dengan merumuskan : “komunikasi adalah interaksi sosial melalui pesan”
Kedua
definisi diatas memberikan tekanan pada
pesan atau informasi, sebagai inti komunikasi, sebab yang digunakan bersama
dalam komunikasi adalah informasi.
Dalam
hal ini komunikasi dapat dibedakan dalam
banyak jenis antara lain :
1. Komunikasi
Politik (kampanye, propaganda),
2. Komunikasi
Perdagangan (reklame, promosi),
3. Komunikasi
Kesehatan (penyuluhan keluarga berencana),
4. Komunikasi
Agama (dakwah, khotbah),
5. Komunikasi
Kesenian (drama, puisi),
6. Komunikasi
Pertanian (penyuluhan panca usaha tani).[7]
7. Definisi
komunikasi
a. Dimensi
pertama merupakan level observasi atau abstractness.
Beberapa definisi bisa luas dan menyeluruh maknanya, sementara definisi yang
lain terbatas dan sempit. Contohnya, komunikasi merupakan proses hubugan
berbagai bagian kehidupan didunia.
Kominikasi merupakan proses interaksi antarmanusia dengan menggunakan lambang.
Itu contoh yang luas. Sedangkan contoh yang terbatas adalah komunikasi sebagai
alat pengirim pesan-pesan cinta melalui telepon, surat, e-mail, chatting, dan sebagainya.
b. Pembedaaan
kedua dilihat dari segi intesionalitas.
Beberapa definisi hanya mencakup pengiriman dan menerima pesan-pesan secara
intensif, sedangkan yang lain tidak memperhatikan hal-hal seperti ini. Contoh
yang pertama, komunikasi sebagai pengiriman pesan kepada orang lain dengan
maksud untuk memengaruhinya. Sedangkan contoh untuk yang terakhir tidak
dimaksudkan untuk memengaruhinya. Sebuah karikatur yang disajikan disurat
kabar, mungkin sengaja ditujukan kepada segenap pembacanya dengan maksud untuk
sekedar memberitahukan, memengaruhi menyindir, atau tidak untuk apa-apa.
c. Dimensi
ketiga adalah normative judgment (penaksiran
normatif). Beberepa definisi melingkupi pernyataan kesuksesan atau keakuratan,
sedangkan yang lain tidak. Contohnya, komunikasi adalah proses pertukaran ide
atau pemikiran.[8]
8. Hakikat
Komunikasi
a. Usaha
Kata
usaha berarti suatu hal yang
dilakukan secara sadar dan memiliki tujuan. Seorang melakukan komunikasi dengan
suatu motif, atau setidaknya sadar bahwa ia melakukan suatu penyampaian pesan
kepada orang lain meskipun derajat kesenjangan kadang sulit ditentukan.
b. Penyampaian
Pesan
Komunikasi
memang berkaitan dengan perilaku manusia dan hubungan antar sesama manusia.
Akan tetapi, tidak semua perilakudan hubungan manusi aitu disebut tindakan atau
hubungan komunkasi. Salah satu yang mencirikan bahwa tindakan manusia disebut
komunikasi, selain hal yang dibahas di atas, adalah adanya tindakan, kegiatan, atau proses penyampaian
pesan.
c. Antarmanusia
Pengalihan
kegagalan keinginann atau ketidak beranian menyampaikan dalam bentuk komunikasi
pada pihak yang di tuju (manusia) sering dialihkan dalam bentuk komunikasi
terhadap benda dan alam karena itu dianggap mewakili pihak yang dituju
(dikirimi pesan), dan ini adalah masalah psikologis karea bicara tentang
manusia berarti berbicara tentang makhluk yang berperasaan. Makhluk yang ketika
tak bisa mengungkapkan keinginannya kepada orang lain, lebih banyak pada diri
sendri (memendamnya) atau bicara pada benda-benda.[9]
C.
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Teknologi
informasi atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah information technology adalah istilah umum untuk teknologi apapun
yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan atau
menyebarkan informasi.
Informasi
dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang
lebih bagi penermanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yag digunakan untuk mengambil keputusan.Sumber dari informasi
adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal atau data-idem.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan
nyata.
Sistem
informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem didalam suatu organisasi
yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media,
prosedur-prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting, memproses, tipe transaksi tertentu, memberi sinyal kepada
manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal
yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan
yang cerdik.
Komunikasi
berasal dari kata latin “comminicare” atau comunnis,yang berarti sama atau
menjadikan milik bersama bila.Bila suatu sistem mempengaruhi yang lain dengan
mengolah pemakaian isyarat-isyarat pilihan yang dapat di teruskan melalui
saluran yang menghubungkan ke dua belah pihak.
2.
Saran
Adapun saran kami dengan dibuatnya makalah ini agar pembaca dapat
mengetahui bahwa ICT
sangatlah penting bagi kehidupan. Jika di lihat dari kegunaannya
yang begitu banyak, maka
seharusnya kita sebagai masyarakat
merasa bangga akan kemajuan teknologi yang semakin
pesat ini.
[2]Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi, Cet.II, (Bandung: Alvabeta, 2008), h. 9
[3]Jogiyanto,Pengenalan Komputer, Ed.V, (Yogyakarta:
ANDI, 1999), h.692-699.
[4]Pawit M. Yusud, Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan,
editor, Rini Rachmatika, Ed. 1, Cet. 1, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 7
[5]Bambang Warista, Teknlogi Pembelajaran Landasan dan
Aplikasinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 137-146
[6]Http//yudixputra.blogspot.co.id/2013/2
[7]Anwar Arifin, Ilmu Komunikasi, Ed. 1, Cet. 1,
(Jakarta: Rajawali, 1988), h. 27-31
[8] Pawit M. Yusud, Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepuetakaan,
editor, Rini Rachmatika, Ed. 1, Cet. 1, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 16
[9]Nurani Suyomukti, Pengantar Ilmu Komunikasi, Cet. 1,
(Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), h. 66-72